TTG: BIOAKTIVATOR FERMENTASI TRICHODERMA

    

 

TTG: BIOAKTIVATOR FERMENTASI TRICHODERMA

Prof. Dr. Ir. I Made Sudantha, MS.

Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D.

Ni Luh Putu Nina Sriwarthini, S.Pd., M.Pd.

 

 Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM)

BADAN RISET INOVASI NASIONAL (BRIN)

UNIVERSITAS MATARAM

Oktober, 2021

 

PENDAHULUAN

 Bioaktivator fermentasi adalah  inokulan unggul lokal NTB mengandung jamur saprofit Trichoderma harzainum isolat SAPRO-07 dan jamur endofit T. koningii isolat ENDO-02  sebagai pemacu pertumbuhan dan pembungaan (Sudantha, 2019). 

Jamur  saprofit T. harzianum isolat SAPRO-07 dan jamur T. koningii  isolat SAPRO-02 diformulasi dalam bentuk biofungisida dan bioaktivator (Inventor I Made Sudantha) dan telah memperoleh Sertifikat Paten Granted No. IDP000058447 tanggal 7 Mei 2019.

Keunggulan bioaktivator dari  jamur saprofit T.  harzianum isolat SAPRO-07 dan endofit T. koningii isolat ENDO-02  dalam formulasi tablet dan cairan untuk pengendalian patogen tular tanah dan untuk memacu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman, selain itu untuk  berperan dalam penguraian bahan organik tanah dan fermentasi biokompos dan biourin.

Pemurnian dan Perbanyakan Jamur Trichoderma spp.

 

Gambar 1. Koloni jamur saprofit T. harzianum isolat Sapro-07

Gambar 2. Koloni jamur endofit T. koningii isolat Endo-02

Isolat jamur yang digunakan untuk fermentasi biourin  ini adalah jamur saprofit T. harzianum isolat Sapro-07 (Gambar 1) dan jamur endofit T. koningii isolat Endo-02 (Gambar 2.).

Pembuatan Larutan Induk  Jamur Trichoderma spp.

 

Gambar 3. Pemanenan spora jamur Trichoderma spp.

Gambar 4. Larutan induk Trichoderma spp.

 

 Kedua isolat jamur Trichoderma tersebut terlebih dahulu dimurnikan dan dibiakkan secara masal pada medium Potato Dextrose Agar oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat  di Laboratorium Proteksi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, sesuai dengan prosedur  Sudantha (2007). Selanjutnya biakan jamur Trichoderma spp. ini dipanen pada umur dua minggu untuk pembuatan larutan induk dengan cara memanen  spora jamur  saprofit T. harzianum isolat Sapro-07 dalam satu Cawan Petri dan spora jamur  saprofit T. koningii isolat Endo-02 dalam satu Cawan Petri yang selanjutnya dilarutkan dalam satu liter aquadest dan dikemas dalam botol atau jerigen ukuran 1 liter. 

 Pembuatan Bioaktivator   Trichoderma

  Proses pembuatan bioaktivator formulasi cairan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Menumbuhkan T. harzianum isolat SAPRO-07 dan jamur T. koningii isolat ENDO-02 pada medium WA (Water Agar) yang mengandung 1 % campuran ekstrak seresah daun kopi dan pupuk kandang sapi. Melarutkan campuran ekstrak substrat daun kopi dan pupuk kandang sapi  dengan air steril (10 g  bahan/100 ml air steril). Menyaring campuran ekstrak substrat daun kopi  dan pupuk kandang sapi dengan kertas saring Whatman No. 1 serta mengsterilkannya  dengan metode penyaringan menggunakan membran filter (diameter pori-pori 0,45 /um). Mencampur ekstrak bahan sebanyak 100 ml  dengan 900 ml medium WA untuk mendapatkan ekstrak bahan 1 %,  menambahkan gula sebanyak 10 g dan yeast 0,2 %, selanjutnya mengaduknya  sampai larut, pindahkan ekstrak bahan ke dalam erlenmeyer steril. Menginokulasikan stater jamur T. harzianum isolat SAPRO-07 dan T. koningii isolat ENDO-02 ke dalam media cair dan  menginkubasikan dengan alat fermintor (Gambar 5). Mengemas formulasi bioaktivator dalam bentuk cairan  dalam botol berukuran  1.000 ml (Gambar 6).

 

Gambar 5. Proses pembuatan bioaktivator fermentasi Trichoderma formulasi cairan.

Deskripsi  Bioaktivator   Trichoderma

 Mengandung jamur Trichoderma harzianum isolat Sapro-07 dan Trichoderma koningii isolat Endo-02, jamur ragi Sacccharomyces, bakteri Lactobacillus.

Kandungan bioaktivator cair  dari  serbuk daun kopi:

N 3,10%, P2O5 3,50%, K2O 4,0%, pH 6,5; C-organik  7,50%; KTK 17,90 cmol kg-1; C/N rasio 12,0; populasi Trichoderma spp. 48 x 106 propagul/ml  bioaktivator.

 Cara Aplikasi Bioaktivator   Trichoderma

 Bioaktivator Trichoderma sebagai bionutrisi hidroponik kangkung Lombok digunakan sebagai berikut: Untuk satu wadah gelas plastik yang berisi sterofoam yang dimasukkan ke dalam paralon memerlukan air sebanyak 1 liter. Untuk keperluan satu liter air ditambahkan campuran 5 ml bioaktivator dan 5 ml biourin (bionutrisi BB Mix).  Selanjutnya pada umur 2 – 3 minggu  harus dilakukan penambahan bionutrisi BB Mix menjadi 10 ml bioaktivator dan 10 ml biourin per 1 liter, air nutrisi ini bisa digunakan sampai panen, asal tidak berbau. Jika berbau tak sedap, maka harus diganti  sampai  panen.

Air yang sudah bercampur dengan nutrisi dimasukkan ke dalam paralon memenuhi paralon ½ nya, dengan maksud agar benih kangkung yang sudah berkecambah tidak terendam dan membusuk.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CURRICULUM VITAE

TTG: APLIKASI BIONUTRISI CAMPURAN BIOAKTIVATOR DAN BIOURIN (BB Mix) PADA HIDROPONIK KANGKUNG LOMBOK

POTENSI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK